Menyusuri NTT di Gua Kristal Kupang Pesona Bawah Tanah

Gua Kristal Kupang
Jika sedang berwisata ke NTT dan singgah di Kupang, kurang afdol apabila kamu tidak menepi ke Gua Kristal Kupang. Salah satu destinasi menyegarkan di tengah hiruk pikuk kota yang panas.

Dijuluki sebagai Gua Kristal karena airnya begitu jernih sehingga dasarnya terlihat jelas. Gua dengan luas kurang lebih 30 meter persegi ini menampung air dengan rasa payau namun menyegarkan tubuh.

Tidak heran apabila banyak pelancong menyempatkan waktu untuk menyusuri pesona bawah tanah NTT ini. Sebab akses menuju titik lokasi sangat dekat dengan kota dan tidak memerlukan trekking yang sulit.

Wisata bawah tanah NTT terletak di Desa Bolok, Kecamatan Kupang Barat. Hanya berjarak 20 kilometer dari pusat kota sehingga kurang lebih 30 menit perjalanan kamu sudah bisa menepi ke sana.

Menuju ke Gua Kristal Kupang

Dari titik Kota Kupang, ambilah arah menunju Pelabuhan Bolok. Lalu parkirkan kendaraan di dekat Pos Polisi Air Bolok untuk selanjutnya berjalan kaki kira-kira 500 meter menuju bibir gua. 

Baca jugaKain Tenun NTT yang Menjadi Kebanggaan Negara

Waktu terbaik untuk menyusuri pesona Gua Kristal Kupang adalah siang hari sekitar pukul 11.00 WITA. Sebab kamu akan dimanjakan dengan hangatnya sinar matahari yang menerobos celah-celah gua dengan anggun.

Meski siang hari, kamu tetap perlu membekali diri dengan senter karena di sana tidak banyak cahaya masuk. Jalur pendakian juga sedikit licin sehingga perlu awas dan berhati-hati.

Untuk lebih aman, kamu disarankan menggunakan alas kaki antislip. Terutama jika kamu sama sekali belum pernah ke sana sehingga tidak hapal medannya.

Atau lebih baik kamu menyewa pemandu yang berada di sekitar lokasi untuk mencarikanmu jalan aman. Pemandu tidak mematok harga tiket masuk atau sewa pemandu, jadi beri saja upah sepantasnya.

Pesona Gua Kristal yang Tidak Boleh Dilewatkan

Tidak hanya wisatawan lokal yang tertarik menyambangi pesona Gua Kristal Kupang, di musim liburan pelancong dari berbagi daerah biasanya beramai-ramai ke sini untuk mengobati rasa penasaran.

Sepanjang perjalanan menyusuri wisata bawah tanah ini kamu akan disuguhi panorama alam indah. Mulai dari jalan setapak yang membaur dengan tanah, bebatuan, hingga pepohonan gersang menuju mulut gua.

Baca jugaWisata Budaya NTT yang Menjadi Kekayaan Indonesia

Sambutan dari kelelawar sebagai penghuni tetap di sini cukup menarik untuk disaksikan. Apalagi jika kamu terlalu sering terjebak di antara sesaknya ibu kota dan umat manusia. Mengamatinya sungguh menyenangkan.

Jadi, meskipun disarankan tidak bermain air dan berenang karena faktor keamanan, menikmati pemandangannya dari tepi saja sudah sangat memuaskan.

Ada berbagai batu stalaktit dan stalagmit berwarna bening yang menghiasi gua. Akan tetapi, kini jumlahnya semakin berkurang karena kerap dibawa pengunjung yang merasa takjub dengan keindahannya.

Sejarah Gua Kristal Sebelum Jadi Objek Wisata

Layaknya tempat-tempat bersejarah lain, Gua Kristal juga memiliki sejarah yang menarik. Tahukah kamu bahwa sebelum menjadi objek wisata, Gua Kristal merupakan kebun sumber mata air?

Tempat ini diperkirakan sudah ada sejak zaman Jepang. Pasukan Jepang membangun gua ini sebagai salah satu markas persembunyian. Pasukan Jepang juga menyimpan barang-barangnya di sini.

Sebelum dinamai Gua Kristal, dahulu namanya adalah Amnesi. Diambil dari nama nenek moyang yang menemukan gua tersebut. Selanjutnya tempat itu dijadikan kebun dari nenek seorang warga bernama Christofer Neno.

Kebun tersebut sangat luas hingga sampai ke laut dan mereka memanfaatkan gua sebagai salah satu sumber mata air ketika musim panas. Masyarakat juga minum dari air tersebut.

Jadi sebelum merupakan destinasi wisata yang menarik minat pengunjung dari luar kota Kupang, dahulu tempat tersebut adalah sumber mata air masyarakat. Mitosnya, jika ingin meminum air di sana tidak boleh berbicara.

Baca jugaNikmati Keseruan Berkunjung ke Sumba Saat Festival Pasola

Jika berbicara maka air yang diminum akan terasa asin seperti air laut. Untuk itu harus benar-benar diam selama menuju ke sana termasuk saat meminumnya.

Jika kamu tertarik untuk mengunjungi Gua Kristal, hindari musim hujan karena selain akan membuatmu kesulitan di perjalanan. Kamu juga tidak akan bisa menemui cahaya matahari yang jadi pemandangan favorit.

Siapkan sepatu antislip, senter, dan kamera untuk mengabadikan setiap momen. Air biru, hangat matahari, bebatuan alam eksotis di kolam alami ini tak akan mengecewakan perjalananmu yang berliku menuju Gua Kristal Kupang.

Komentar