Wisata Budaya NTT yang Menjadi Kekayaan Indonesia

Wisata Budaya NTT yang Menjadi Kekayaan Indonesia
Salah satu potensi yang menambah popularitas NTT adalah wisata budaya NTT yang sangat besar peluang untuk berkembangnya. NTT adalah wilayah di Nusa Tenggara yang kental dengan adat istiadat serta budayanya. Kita dapat melihat dari pakaian adat, kerajinan tangan, sampai kegiatan budayanya.

Bukan hanya kaya akan budaya, NTT juga menarik minat banyak pengunjung melalui kekayaan sumber daya alam yang akhirnya menjadi destinasi wisata alam. Bisa jadi tujuan para wisatawan, baik asing atau lokal ketika mengunjungi NTT adalah untuk menikmati pemandangan alam. Namun, ketika sampai di lokasi, tidak sedikit pula agaknya para wisatawan yang jatuh cinta dengan kebudayaan orang NTT.

Katakan saja salah satu andalan Nusa Tenggara Timur sedari dahulu kala adalah Pulau Komodo yang ditetapkan sebagai keajaiban dunia. Adanya Pulau Komodo di Indonesia ini bisa dikatakan sebagai anugerah Tuhan karena hanya di pulau tersebut para kadal raksasa tersebut dapat bertahan hidup.

Bukan hanya kaya dengan alamnya, NTT juga kaya akan perhelatan budaya setiap tahun. Kali ini karena pembahasan kita berkenaan dengan wisata budaya NTT, ada beberapa jenis wisata budaya yang akan kita bahas. Berbagai destinasi atau kegiatan wisata bertemakan budaya tersebut ada di bawah ini.

Festival Budaya Tahunan di NTT

Warga NTT selalu melaksanakan Festival Kebangsaan yang tepatnya dilakukan oleh masyarakat Ende setiap bulan Mei. Ende adalah salah satu wilayah yang bersejarah terkait presiden pertama kita, Ir. Soekarno. Dengan adanya sejarah tersebut, masyarakat Ende bermaksud mengenang sejarah tersebut. Untuk memperingatinya mereka akan pawai sejauh 3 kilometer dengan pakaian adat dan pertunjukan.

Festival kedua yang menjadi kekayaan wisata budaya NTT adalah Festival Tenun Ikat Sumba, di Sumba pada bulan Juli. Ketika perhelatan ini dilaksanakan, kita dapat melihat begitu banyak warga NTT yang melakukan tenun ikat di lapangan terbuka. Mayoritas atau semua yang menenun adalah para wanita.

Bentuk pameran budaya lainnya yang mengindikasikan kekayaan NTT adalah Festival Sandelwood di Sumba setiap bulan Juli juga. Di Sumba, kuda adalah alat transportasi, namun juga merupakan prestise ketika mereka memilikinya. Sandalwood ini merupakan festival tahunan yang melibatkan peranan kuda.

Bentuk kekayaan wisata budaya NTT lainnya yang menarik untuk dinikmati adalah Festival Likurai di Belu setiap bulan Juli. Sepertinya merupakan pilihan tepat jika Anda datang ke NTT pada bulan Juli sebab banyak penampilan budaya yang dihelat pada bulan ini. Likurai ini merupakan tarian perang ala NTT.

Lainnya, festival yang menarik untuk disaksikan di NTT adalah menangkap paus secara tradisional. Tujuan dari festival ini adalah mengedepankan gotong royong dan kerja sama antar sesama warga. Kita perlu melihat kegiatan ini dari perspektif lain.

Upaya Pemerintah untuk Memajukan Wisata Budaya di NTT

Menyadari seberapa berpotensinya destinasi wisata bertema budaya di NTT, pemerintah setempat akhirnya bertekad untuk meningkatkan sektor pariwisata dengan sentuhan budaya tersebut.

Tahun ini, para pemangku jabatan di NTT ingin menjadikan NTT sebagai desa adat sekaligus desa pariwisata Indonesia. Hal tersebut dapat terlihat dari komitmen mereka untuk mengembalikan nuansa adat.

Konon, demi mengentalkan kesan wisata budaya NTT, pemerintah akan mengembalikan desain kampung adat ke tampilan dulu. Tujuannya agar nuansa roh leluhur atau sensasi kebudayaan NTT semakin kental dirasakan.

Pengembalian dekorasi dapat dari bangunan dan fasilitas lainnya. Saking seriusnya pemerintah setempat dalam merealisasikan hal tersebut, mereka sampai membentuk aturan yang dinaungi oleh lembaga negara. Dari sini, jelas bahwa mereka berkomitmen untuk bersungguh-sungguh mewujudkan tujuan terbentuknya desa wisata dan desa budaya di Indonesia.

Berdasarkan anggaran tahun 2019, ada tujuh titik yang akan dibenahi dan dijadikan sebagai desa wisata budaya, yakni Lamalera di Lembata, Kelimutu di Koanara, Ende, Desa Prai Mbana, dan Sumba Timur. Di samping yang sudah disebutkan, masih terdapat banyak destinasi wisata lainnya lagi untuk dibenahi.

Konon, pemanahan tersebut akan diberlakukan kepada sebanyak 22 wilayah dan akan terus dilaksanakan ketika 2020 mendatang. Bukan hanya destinasi wisatanya yang dibenahi, namun pemerintah juga akan konsentrasi pada penginapan untuk para wisatawan ke destinasi wisata budaya NTT. Bagaimana menurut Anda, Keren kan ? hehe

Komentar