Fakta Unik Situs Tugu Jepang Kupang yang Jarang Dibahas

Situs Tugu Jepang Kupang
Situs Tugu Jepang Kupang menjadi salah satu destinasi wisata sejarah yang sangat pas untuk Anda kunjungi saat kebetulan datang ke Kota Kupang. Ibukota Nusa Tenggara Timur ini memang memiliki segudang tempat wisata sejarah yang sangat menarik. Tugu ini merupakan salah satu diantaranya.

Di destinasi wisata sejarah satu ini, Anda bisa menemukan peninggalan kolonialisme Jepang di Nusa Tenggara Timur. Tak heran kalau di dalamnya ada banyak fakta unik yang mungkin jarang dibahas oleh banyak orang.

Padahal fakta-fakta unik ini pastinya bernilai sejarah tinggi dan sangat patut untuk diketahui. Terlebih lagi oleh Anda yang memang memiliki ketertarikan dengan dunia sejarah. Ada banyak hal yang bisa Anda pelajari di dalamnya.

Tugu Jepang ini berlokasi di daerah Penfui yang sangat terkenal di Kupang. Alamatnya di Jln. Antonov RT.17/RW.18 Penfui, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang. Ada beberapa fakta unik yang harus Anda ketahui terkait tugu satu ini.

Dibangun oleh Jepang saat Perang Dunia Ke-2 dan Berbentuk Persegi dengan Undakan Unik

Fakta pertama yang harus Anda ketahui, Situs Tugu Jepang Kupang ini dibangun pada bulan April tahun 1943 saat Jepang sedang terpuruk menghadapi perang dunia ke-2 melawan sekutu. Dahulu tempat ini merupakan tempat pembakaran mayat para tentara Jepang yang mati di medan perang.

Sepertinya tugu satu ini sengaja dibuat sebagai bentuk pengingat, atau semacam tugu penghormatan terhadap para rekan tentara mereka yang sudah berpulang ke alam baka. Soalnya bentuk tugu satu ini memang unik dan memiliki bentuk yang khusus di bagian dalamnya.

Situs Tugu Jepang Kupang satu ini berbentuk persegi dengan tiga buah undakan sepertinya memiliki makna khusus bagi tentara Jepang itu sendiri. Setiap undakan memiliki 17 buah anak tangga dimana setiap undakan memiliki tangga yang berbeda-beda.

Pada undakan pertama ada 6 buah tangga berukuran kecil, kemudian pada undakan kedua terdapat 5 undakan berukuran sedang. Pada undakan ketiga atau undakan terakhir kembali terdapat 6 tangga berukuran besar bisa dinaiki pria dewasa.

Pada undakan yang ketiga ini juga ada sebuah ruangan kecil berbentuk persegi dengan masing-masing sisi berukuran 1 meter. Kemudian di salah satu sisinya ada sebuah pintu kecil. Pintu ini menghadap tepat ke arah utara.

Ada Daftar Nama Tentara Jepang di Sisi Tugu

Di sisi Situs Tugu Jepang Kupang lainnya, dulunya ada daftar nama tentara Jepang. Sepertinya daftar nama ini adalah nama-nama tentara yang tewas pada saat perang dunia kedua dulu. Nama-nama ini ditulis pada dua buah batu marmer berukuran besar yang ditempelkan ke bagian dinding.

Ada pula yang mengatakan kalau daftar nama pada batu marmer ini adalah para tentara Jepang yang mayatnya dibakar di lokasi tersebut. Namun tidak ada bukti valid yang mendukung informasi satu ini.
Sayangnya marmer bersejarah tersebut kini telah hilang.

Sepertinya ada beberapa orang tidak bertanggung jawab yang mencurinya. Bukan tanpa alasan, beberapa tahun kebelakang, tugu bersejarah satu ini memang tidak begitu dirawat dan belum dijadikan destinasi wisata sejarah seperti saat ini.

Dijadikan Tempat Pemujaan Oleh Tentara Jepang

Menurut informasi yang disebarkan secara turun temurun, lokasi Situs Tugu Jepang Kupang ini dulunya dijadikan sebagai tempat pemujaan oleh para tentara Jepang ada di dalamnya. Hal ini juga didukung oleh informasi dari pemerintah setempat yang menyatakan kalau tahun 1983 lalu, ada kunjungan dari para veteran tentara Jepang ke tugu tersebut.

Enam orang veteran perang Jepang tersebut kemudian mengelilingi tugu sambil membakar kemenyan dan membacakan doa-doa khusus. Persis seperti ritual keagamaan yang sering dilakukan oleh para penganut kepercayaan agama Shinto, agama tradisional di Jepang.

Setelah melakukan ritual penghormatan tersebut, para veteran Jepang kemudian berkunjung ke salah satu Goa Jepang alami yang dulunya memang sempat dibangun berdekatan dengan lokasi tugu. Mungkin juga bagian dari ritual yang sedang mereka lakukan.

Menurut penduduk setempat, di tugu satu ini seringkali terlihat tentara Jepang mendorong meriam masuk ke dalam tugu. DIpercaya ini adalah penampakan dari tentara Jepang yang meninggal di tempat tersebut. Karenanya sangat jarang warga yang madu mengunjungi Situs Tugu Jepang Kupang ini di malam hari.

Komentar