Tradisi Masyarakat NTT yang Menarik untuk Diketahui

Tradisi Masyarakat NTT yang Menarik untuk Diketahui
Tradisi masyarakat NTT yang ada di Kepulauan Nusa Tenggara Timur merupakan hal menarik yang harus kita ketahui sebagai orang Indonesia. Dari Sabang sampai Merauke Indonesia tidak pernah berhenti menampilkan pesona budayanya. NTT bukan hanya wilayah yang terkenal dengan pariwisatanya.

Yang unik adalah kegiatan budaya masyarakat setempat sekaligus menjadi objek wisata bagi para wisatawan, baik lokal maupun internasional. Sayang sekali jika sudah mengunjungi NTT, namun hanya bersahabat dengan alamnya. Menyatu bersama budaya termasuk pengalaman wisata tak terlupakan.

Salah satu wilayah di Nusa Tenggara Timur adalah Sumba dan kali ini kita akan mengulas ada tradisi budaya apa saja di Sumba. Sebagai intermezzo, konon mayoritas masyarakat Sumba menganut kepercayaan Marapu. Namun, ini hanya salah satu, masih banyak tradisi unik lainnya dari Sumba.

Bukan hanya Sumba, berbagai suku bangsa di NTT juga dapat kita lihat dengan kehadiran masyarakat Telun, Kemak, Marae, Negara, Rote, Sabu, dan Manggarai. Masing-masing daerah hadir dengan tradisi NTT yang variatif sehingga Indonesia memang tidak akan pernah lepas dari kayanya budaya.

Tradisi Menarik dari Suku Sumba NTT

Banyak kepercayaan atau tradisi masyarakat NTT yang dapat Anda temukan dari sekecil wilayah Sumba saja. Berbagai tradisi tersebut terangkum dalam poin serta pembahasan di bawah ini:

  • Belis

Belis ini dapat diibaratkan sebagai syarat sebelum pernikahan antara kedua mempelai wanita dan pria dilakukan. Belis adalah apa yang diminta keluarga mempelai wanita kepada mempelai pria. Biasanya berupa hewan sembelihan, berupa sapi, babi, ayam, kerbau yang jumlahnya ditentukan.

  • Pasola

Tradisi kedua yang erat dengan suasana masyarakat Sumba NTT adalah Pasola, yakni upacara kuda rutin setiap tahun. Untuk melaksanakan tradisi ini kedua kampung akan bertemu dalam seolah-olah pertempuran. Namun, dipastikan tidak ada yang terluka di sini karena tujuannya untuk tradisi saja.

  • Kubur Batu

Tradisi masyarakat NTT, lebih tepatnya wilayah Sumba lainnya adalah Kubur Batu yang artinya menguburkan jenazah orang  Sumba. Ketika kita meninggal, umumnya dikafankan atau dimasukkan ke dalam peti dalam kondisi terlentang. Di Sumba, mayat diletakkan meringkuk seperti janin dalam kubur batu.

  • Katopo

Tradisi lainnya yang akan Anda temui adalah Katopo yang berupa parang panjang untuk membantu mata pencaharian di Sumba. Sangat wajar ketika kita melihat masyarakat Sumba ke mana-mana membawa parang panjang. Katopo merupakan simbol kejantanan yang melekat pada pria Sumba.

  • Kede 

Terakhir, tradisi masyarakat NTT yang tidak kalah menarik adalah Kede, yakni prosesi pemberian hewan sembelihan kepada keluarga yang anggotanya meninggal. Tidak ada batasan jumlah hewan dalam tradisi ini. Ketika hewan diberikan, keluarga akan menyembelih dan mengolah untuk dihidangkan ke pelayat.

Tradisi Menarik dari Suku Flores Timur NTT

Bukan hanya Sumba yang memiliki kekayaan budaya sebagai salah satu wilayah di NTT, Flores Timur juga tidak kalah memiliki keragaman budaya. Flores Timur atau Flotim memiliki luas wilayah sekitar 3079, 23 km2 dan berbatasan dengan Alor, Sikka, Laut Flores, dan terakhir dengan Laut Sawu.

Orang asli Flores Timur merupakan orang Lamaholot yang notabene menggunakan Bahasa Lamaholot untuk berkomunikasi satu sama lain. Salah satu bentuk nyata tradisi masyarakat NTT, dalam hal ini khususnya di Flores Timur adalah adanya rumah adat yang menjadi pusat dari aktivitas ritual suku.

Flores Timur memiliki pelapisan sosial yang membedakan status sosial satu sama lain. Hal ini terbentuk dalam kelompok-kelompok yang dimulai dari Tuan Tanah. Tuan Tanah ini memiliki seluruh tanah Flotim hingga akhirnya menurunkan beberapa ke Mehen setelahnya. 

Di bawah Suku Mehen ada Suku Ketawo.

Suku Ketawo ini memiliki wewenang untuk tinggal dan mengelola tanah Flotim tersebut. Untuk selanjutnya dan sampai sekarang, mereka percaya bahwa Suku Mehen adalah Tuan Tanah sementara Suku Ketawo adalah orang yang membantu Suku Mehen. Keduanya memiliki peranan masing-masing.

Orang-orang yang bertempat tinggal di Flotim akan memiliki berbagai mata pencaharian, seperti berladang, mengiris tuak, mencari siput di laut, dan bekerja di gunung. Banyak hal menarik terkait tradisi masyarakat NTT, bukan hanya di wilayah Flores Timur dan Sumba saja. 

Comments