Pesona Danau 3 Warna Kelimutu di Nusa Tenggara Timur

Pesona Danau 3 Warna Kelimutu di Nusa Tenggara Timur
Danau 3 warna Kelimutu merupakan salah satu destinasi wisata menarik nan unik yang dapat kita temui hanya ketika datang ke Nusa Tenggara Timur. Di tempat ini, kita akan menyaksikan pesona tiga danau dengan tiga warna yang berbeda. Keindahan dan keunikan alam yang nyaris jarang ditemukan.

Lokasi Danau ini ada di bawah kaki Gunung Kelimutu, tepatnya di Flores, Nusa Tenggara Timur. Ada tiga warna danau yang dapat Anda temukan di sini, yakni warna merah, warna putih, dan warna biru. Yang lebih menarik, konon ketiga warna tersebut kerap berubah seiring dengan waktu-waktu tertentu.

Warga lokal setempat percaya bahwa penampakan alam dari ketiga danau tersebut mengindikasikan sesuatu yang luar biasa. Konon, warna biru menandakan jiwa anak muda yang telah lebih dulu berpulang. 

Sementara warna merah menandakan tempat berkumpulnya jiwa orang jahat selama hidup. Terakhir, warna putih menandakan berkumpulnya jiwa para orang tua yang telah lebih dulu meninggal.

Danau 3 warna kelimutu ditemukan pada zaman Belanda dengan berbagai daya tarik yang sampai sekarang tidak berubah. Banyak peneliti ingin tahu kenapa warna air di 3 danau ini berbeda. Namun, untuk warga lokal, mereka menisbatkan tempat wisata satu ini sebagai sesuatu yang sifatnya angker.

Legenda di Balik Pesona Danau Kelimutu

Setiap tempat memiliki legenda, demikian juga dengan danau 3 warna Kelimutu yang konon dulunya di puncak gunung telah hidup seorang Konde Ratu beserta rakyatnya. Dari sekian banyak orang yang tinggal di sana, tercatatlah dua orang yang menguasai sihir, yakni Ata Bupu dan kedua Ata Polo.

Ata Bupu dan Ata Polo sebenarnya berteman dan sama-sama tunduk kepada Konde Ratu. Namun, keduanya memiliki perbedaan sifat, di mana Ata Bupu memiliki sifat baik sementara Ata Polo memiliki sifat tidak baik. 

Satu kali, datang dua orang Ana Kalo atau anak yatim kepada Ata Bupu. Keduanya meminta perlindungan pada Ata Bupu sebab hanya tinggal berdua, orang tuanya sudah meninggal.

Legenda danau 3 warna Kelimutu dimulai dari sini, ketika Ata Bupu menyetujui untuk melindungi kedua anak tersebut. Namun, nahasnya suatu masa Ata Polo mendatangi rumah Ata Bupu dan mengetahui keberadaan anak yatim itu. Sontak Ata Polo memangsa kedua anak tersebut untuk akhirnya dimakan.

Ata Bupu yang berjanji melindungi meminta Ata Polo untuk menunggu hingga mereka dewasa. Namun, ketika Ata Polo menagih janji Ata Bupu, Ata Bupu dengan dua anak yatim itu melarikan diri ke dasar bumi. Ata Polo mengejar dan muncullah tiga danau dengan tiga warna berbeda di Kelimutu tersebut.

Fakta Menarik Seputar Danau Kelimutu

Unik sekali, bukan, legenda di balik danau 3 warna Kelimutu yang terdapat di Nusa Tenggara Timur itu? Terlepas dari legenda, ada berbagai fakta unik yang tidak kalah menarik untuk disimak tentang danau kelimutu.  

Berbagai fakta tersebut terangkum dalam beberapa hal di bawah ini:
Luas. Luas salah satu destinasi wisata di Nusa Tenggara Timur ni mencapai 5,5 hektar untuk danau berwarna cenderung birut. 

Sementara untuk danau berwarna putih memiliki luas sekitar 4,5 hektar dan untuk danau yang berwarna merah konon luasnya mencapai 4 hektar saja.

  • Sebab Warnanya  Berubah.

Danau 3 warna Kelimutu tidak semerta-merta berubah warna tanpa sebab. Menurut para ilmuwan, danau kerap berubah warna karena pengaruh gas gunung berapi, zat besi pada fluida, dan kehidupan biota alam di dalam danau. Penyebab lainnya adalah erosi pada dinding danau.

  • Ancaman dari Danau Kelimutu.

Ancaman alam secara natural adalah ketiga danau ini rentan sekali terhadap kemungkinan gempa bumi. Namun, yang paling mengkhawatirkan mengancam alam ini adalah sampah manusia. Manusia yang berkunjung tidak sedikit meninggalkan sampah di tempat ini, merusak lingkungan.

Berbagai fakta di atas dapat Anda sandingkan dengan legenda yang sampai saat ini dipercayai warga sekitar. Anda dapat memercayai apakah perubahan warna disebabkan oleh kisah legenda di atas atau ada faktor alam lainnya. Yang pasti danau 3 warna kelimutu sangat sayang jika tidak Anda kunjungi di NTT.

Komentar