Perahu Wisata Flores Tenggelam di Tengah Pandemi Covid-19

Perahu Wisata Flores Tenggelam di Tengah Pandemi Covid-19
Kabar mengenai perahu wisata Flores tenggelam yang terjadi selama pandemi covid-19 tentu membuat kita prihatin. Hampir seluruh penjuru dunia telah mengalami pandemi covid-19 yang memengaruhi berbagai aspek dalam kehidupan, seperti pendidikan, kegiatan agama, ekonomi, politik, dan lain sebagainya, termasuk memengaruhi berbagai destinasi wisata di 
Indonesia. 

Indonesia memiliki banyak destinasi wisata alam yang indah dan menakjubkan, misalnya saja di Pulau Flores. Itulah mengapa banyak wisatawan mancanegara yang rela jauh-jauh untuk menikmati liburan di tempat yang penuh keindahan alam ini. Sayangnya, tempat pariwisata di Flores banyak yang ditutup akibat pandemi covid-19 ini. 

Sebelum masa pandemi, banyak wisatawan asing yang memenuhi setiap sudut destinasi di Flores. Keberadaan wisatawan inilah yang menjadi sumber rezeki bagi masyarakat sekitar, seperti penjual makanan, penjual oleh-oleh, dan lain sebagainya. Namun, karena tidak ada wisatawan yang datang maka penghasilan mereka berkurang.

Salah satu dampak pandemi covid-19 terhadap pariwisata Flores yang begitu terlihat adalah ketika banyak perahu wisata yang tidak terurus. Perahu wisata ini mulanya digunakan para wisatawan untuk mengarungi lautan atau berkunjung ke pulau-pulau di sekitarnya. Bahkan, perahu wisata Flores tenggelam juga bisa kamu terlihat. 

Perahu Wisata Tidak Berlayar Lagi

Akibat pandemi covid-19, beberapa tempat wisata di Flores, khususnya Labuan Bajo terpaksa harus ditutup untuk menghindari penyebaran virus yang lebih banyak. Penutupan destinasi wisata ini terjadi selama kurang lebih enam bulan dan kembali buka pada 15 Agustus 2020 namun tidak semua kawasan wisata di buka. 

Beberapa destinasi yang dibuka kembali antara lain pulau Komodo, Pink Beach, hingga pulau Badar. Destinasi di Labuan Bajo berada di pulau-pulau kecil sehingga membutuhkan perahu wisata untuk mencapainya. Titik awal keberangkatan menuju pulau tersebut biasanya berada di Pelabuhan KP3 Labuan Bajo, namun terpaksa harus tutup.

Banyak perahu wisata yang akhirnya tidak bisa berlayar karena memang tidak ada wisatawan yang datang akibat sejumlah destinasi Labuan Bajo yang ditutup. Selama tempat wisata ini di tutup, perahu wisata yang biasanya digunakan menjadi tidak terurus karena tidak digunakan selama berbulan-bulan.

Warga Beralih Profesi untuk Mendapatkan Penghasilan

Kabar tentang perahu wisata Flores tenggelam sudah tersebar dan membuat kita prihatin akan kondisi ini. Semula, destinasi wisata Flores bukan hanya sebagai tempat wisata saja, tapi juga sumber pendapatan bagi warga sekitarnya karena kedatangan para wisatawan. Namun, bagaimana nasib warga sekitar selama destinasi di tutup.

Tentu saja mereka menjadi kehilangan penghasilan, seperti penjual oleh-oleh, penjual makanan, kru kapal dan lain sebagainya. Padahal, kebutuhan hidup mereka harus tetap terpenuhi selama masa pandemi covid-19. Itulah salah satu alasan mengapa banyak kru kapal akhirnya beralih profesi menjadi nelayan untuk memenuhi kebutuhan. 

Bukan hanya itu, beberapa kru kapal atau warga yang dulunya mendapatkan penghasilan dari destinasi ini juga beralih menjadi petani atau pekerjaan lain yang bisa dilakukan. Pariwisata yang mulai di buka menjadi kabar gembira bagi kru kapal dan warga sekitar untuk bisa kembali mendapatkan penghasilan. 

Penyebab dari Perahu Wisata Tenggelam

Ratusan kapal dibiarkan bersandar di pelabuhan, baik itu kapal kayu hingga speed boat selama masa PSBB karena tempat wisata di tutup untuk sementara. Beberapa kapal masih terjaga dengan baik karena dilakukan perawatan, tapi ada juga perahu yang memang sengaja dibiarkan di pelabuhan hingga tenggelam.

Beberapa perahu wisata Flores tenggelam karena terlalu lama bersandar di pelabuhan tanpa adanya perawatan. Kebocoran biasanya terjadi selama kapal dibiarkan bersandar, apalagi tidak ada pompa air di dalam kapal. Hal ini terjadi karena ketidakjelasan gaji atau uang makan bagi penjaga kapal.

Kapal-kapal yang tenggelam hanya terlihat tiang kapalnya saja sehingga sangatlah memprihatinkan. Perahu yang tenggelam tersebut nantinya masih bisa digunakan untuk berlayar, tapi tentu membutuhkan biaya yang cukup besar untuk memperbaiki kerusakan yang terjadi. Apalagi jika perahu tersebut sudah lama tidak terurus dan mengalami berbagai kerusakan.

Semakin banyaknya kasus covid-19 yang ada di Indonesia membuat kita harus lebih berhati-hati dan mengubah pola hidup menjadi lebih sehat. Beberapa aktivitas sudah mulai dilakukan dengan penyesuaian diri sebagai antisipasi dari covid-19, termasuk saat berwisata agar tidak terjadi lagi perahu wisata Flores tenggelam.

Komentar