Dampak Covid-19 Terhadap Pramuwisata Flores yang Alih Profesi

Dampak Covid-19 Terhadap Pramuwisata Flores yang Alih Profesi
Dampak covid-19 terhadap pramuwisata Flores sangatlah terlihat karena situasi dan kondisi yang tidak memungkinkan seperti sekarang ini. Pandemi covid-19 terjadi hampir di seluruh penjuru dunia, termasuk di Indonesia. Banyak aspek kehidupan yang akhir berubah untuk menyesuaikan diri dengan adanya pandemi covid-19 yang sedang terjadi. 

Beberapa sektor kehidupan yang begitu terdampak dengan adanya covid-19 ini adalah sektor ekonomi, pendidikan dan pariwisata. Banyak destinasi wisata yang terpaksa harus ditutup sebagai salah satu upaya pencegahan penyebaran virus corona yang semakin luas. Namun, kebijakan ini tentu akan berdampak pada hal lainnya, seperti pramuwisata. 

Pramuwisata Flores yang Kehilangan Pekerjaan

Sebenarnya, bukan hanya destinasi wisata di Flores yang terpaksa harus ditutup, melainkan seluruh tempat wisata yang ada di Indonesia. Penutupan tempat wisata ini sebenarnya merupakan salah satu upaya pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona yang sedang merebak ke berbagai penjuru dunia, termasuk Indonesia. 

Dampak covid-19 terhadap pramuwisata Flores terjadi karena kebijakan penutupan tempat wisata. Mulai bulan Maret hingga Agustus, semua tempat wisata terpaksa harus tutup sehingga banyak wisatawan yang akhirnya membatalkan liburan mereka, seperti reservasi hotel dan transportasi. Hal inilah yang membuat pramuwisata kehilangan pekerjaan mereka selama ini. 

Jika tidak ada wisatawan yang datang, maka tidak ada pemasukan yang bisa diandalkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Tidak ada pemasukan untuk hotel, sewa kapal, pembeli oleh-oleh dan lain sebagainya. Itulah mengapa pramuwisata harus beralih profesi karena kebutuhan mereka tetap harus terpenuhi meski penghasilan pramuwisata hilang.

Pekerjaan Lain yang Diambil untuk Mencukupi Kebutuhan

Sebelumnya, warga setempat mengandalkan penghasilan mereka sebagai pramuwisata untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, seperti menyewakan perahu, membuka toilet umum, menjajakan makanan hingga oleh-oleh. Namun, dengan adanya pandemi covid-19 sekarang ini tentu membuat penghasilan mereka sangat berkurang, bahkan tidak ada selama penutupan tempat wisata beberapa bulan. 

Dampak covid-19 terhadap pramuwisata Flores memaksa mereka untuk beralih profesi agar kebutuhan tetap terpenuhi dengan baik. Beberapa pekerjaan yang dilakukan pramuwisata selama penutupan destinasi di Flores adalah penjual sarung, penjual bensin, penjual sayur, penjual kayu api hingga bekerja sebagai tukang ojek.

Semua upaya telah dilakukan warga setempat untuk memenuhi kebutuhan hidup di tengah kondisi yang sulit ini. Mereka tidak bisa lagi bergantung pada kedatangan para wisatawan karena dalam kondisi ini, jumlah wisatawan pasti berkurang pesat. Itulah mengapa mereka harus tetap melakukan pekerjaan lain sebagai tambahan. 

Semangat Pramuwisata yang Masih Tinggi

Meskipun destinasi di Flores sempat ditutup beberapa bulan dan bahkan sekarang belum kembali pulih, tapi semangat para pramuwisata masih sangat tinggi. Hal ini terlihat dari partisipasi mereka dalam acara pelantikan pengurus DPC HPI Cabang Sikka. Meskipun sudah banyak yang beralih profesi, tapi mereka tetap berpartisipasi. 

Sekarang tidak langsung, dampak covid-19 terhadap pramuwisata Flores ternyata juga bisa memberikan dampak positif karena pramuwisata saling bekerja sama dan memperkuat solidaritas mereka untuk mengembangkan destinasi wisata di Flores agar kembali pulih meskipun pandemi covid-19 belum juga selesai sampai saat ini. 

Pramuwisata percaya dan yakin bahwa nantinya pariwisata di Flores kembali bangkit karena keindahan alam mempesona yang dimiliki Flores tidak mampu untuk ditahankan. Lambat laun, pariwisata Flores akan kembali bangkit seperti semua dan pramuwisata Flores bisa mendapatkan pekerjaannya lagi dengan tetap menjaga protokol kesehatan dengan baik. 

Kondisi Tempat Wisata yang Memprihatinkan

Pada saat penutupan destinasi wisata, sebenarnya bisa menjadi musim puncak liburan sehingga banyak tempat wisata yang seharusnya dipenuhi oleh pengunjung. Sayangnya, situasi dan kondisi tidak memungkinkan, apalagi dengan penyebaran virus covid-19 yang tidak kunjung reda, bahkan terus bertambah maka mengurangi minat para wisatawan untuk datang. 

Kondisi ini menyebabkan tempat wisata masih sepi dan penghasilan warga setempat yang mengandalkan kehadiran wisatawan juga berkurang. Oleh karena itu, pemerintah dan lembaga setempat melakukan berbagai upaya untuk mengembalikan kejayaan pariwisata Flores agar tetap dikunjungi oleh wisatawan sehingga pekerjaan pramuwisata bisa tetap menghasilkan selama pandemi. 

Salah satu upaya yang dilakukan adalah memberikan edukasi tentang pencegahan penyebaran virus covid-19 melalui 3M, yaitu Memakai masker, Mencuci Tangan dan Menjaga Jarak. Pihak wisata juga harus menyediakan fasilitas penunjang agar dampak covid-19 terhadap pramuwisata Flores dapat diatasi dengan baik.

Komentar