Dampak Covid-19 Terhadap Kunjungan Wisatawan NTT yang Perlu Diketahui!

Dampak Covid-19 Terhadap Kunjungan Wisatawan NTT yang Perlu Diketahui!
Akibat pandemi Virus Covid-19 atau Corona, tempat wisata di Nusa Tenggara Timur atau NTT terdampak, tidak terkecuali terhadap kunjungan wisatawan NTT. Melalui informasi yang didapatkan oleh pemerintahan setempat, Pemerintah NTT menyebutkan bahwa jumlah kunjungan mengalami penurunan yang sangat signifikan.

Jika biasanya jumlah wisatawan baik lokal maupun mancanegara berada di atas 50 ribu, maka saat ini jumlah pengunjung hanya berkisar 30 ribu orang saja. Sehingga, hal tersebut menjadi salah satu kendala tersendiri bagi berbagai pelaku wisata. Tidak hanya untuk pemerintah namun masyarakat setempat mendapatkan imbasnya. 

Hal tersebutlah membuat mengapa saat ini tidak hanya pemerintahan NTT, namun beberapa pemerintahan di setiap daerah menetapkan beberapa strategi. Strategi yang mereka lakukan inilah diharapkan mampu memberikan dampak positif serta keuntungan bagi pemangku pihak berkaitan.

Fakta-Fakta Mengenai Jumlah Kunjungan Sebelum dan Sesudah Covid-19

Melansir dari wawancara yang dilakukan, menurut Disparekraf bernama Wayan Darmawa mengatakan bahwa jumlah kunjungan wisatawan NTT kian berubah dari tahun ke tahun hingga trend dengan nilai yang cukup luar biasa. Terdapat beberapa hal atau indikator yang menjadi perbedaan jumlah trend kunjungan tersebut.

Jika sebelumnya pada tahun 2019 jumlah pengunjung berkisar 1,4 juta orang, maka di tengah pendemi tersebut jumlah hanya berkisar 30 ribu orang. Wayan juga menambahkan bahwa jumlah pengunjung tersebut juga tengah mengalami trend peningkatan pada saat tahun sebelumnya yaitu berkisar 15% dibandingkan tahun 2019.

Hingga, saat ini daerah tersebut tengah memiliki lebih dari 1.300 destinasi wisata dan beberapa diantaranya merupakan destinasi unggulan atau populer di Indonesia. Bahkan, berdasarkan hasil survei dilakukan dari salah satu majalah internasional, disebutkan bahwa daerah tersebut menjadi salah satu destinasi utama dunia pada 2020.

Hal tersebutlah yang mendukung mengapa kunjungan wisatawan NTT selalu mengalami kenaikan sebelum pandemi berlangsung. Namun, usai pandemi jumlah kunjungan mengalami penurunan yang sangat besar. Hingga saat ini, NTT sudah membuka diri kembali saat pemerintah pusat memberlakukan new normal pada 2020 lalu.

Strategi NTT Hadapi New Normal di Tengah Pandemi

Strategi pada bidang pariwisata hadapi new normal di tengah pandemi Covid-19 menjadi salah satu hal yang sangat penting. Pasalnya, dengan memperhatikan dan memanfaatkan strategi, maka pemerintah akan lebih mudah untuk mendapatkan profit atau keuntungan bagi keberlangsungan ekonomi dan pendapatan daerah. Sehingga, diperlukan beberapa langkah penting.

Disparekraf Nusa Tenggara Timur, Wayan Darmawa menyatakan bahwa pemerintahan daerah saat ini tengah melakukan terobosan atau inovasi terbaru di tengah new normal pariwisata. Tujuan langkah tersebut adalah untuk memperbaiki jumlah kunjungan dengan harapan jumlah dapat sesuai harapan atau keinginan.

Sehingga, jumlah kunjungan wisatawan NTT akan meningkat dan berkembang. Di sisi lain, saat pandemi melanda sektor pariwisata dinilai tengah mati suri dan menyebabkan dampak cukup besar terhadap perkembangan serta roda arus pariwisata. Hingga saat ini, beberapa upaya tengah dilakukan oleh pemerintah setempat.

Mereka terus berupaya untuk senantiasa berkoordinasi dengan berbagai pihak. Beberapa pihak diantaranya adalah pihak asosiasi hingga pihak pengelola destinasi terkait. Tujuannya adalah agar berbagai pihak tersebut dapat dengan mudah melakukan berbagai persiapan dan juga upaya untuk senantiasa meningkatkan kembali sektor tersebut.

Hal-Hal yang Harus Dipersiapkan oleh Pemerintah Setempat

Sebelum melangsungkan strategi tersebut, maka terdapat beberapa hal wajib dipahami dan dipersiapkan oleh pemerintahan setempat. Tujuannya adalah agar hasil dapat lebih maksimal dan tujuan tercapai. Tentu saja mencapai target kunjungan dengan nilai tinggi bukanlah hal yang sangat mudah di tengah pandemi ini.

Sehingga, diperlukan beberapa hal untuk meningkatkan kunjungan wisatawan NTT di tengah virus ini. Beberapa diantaranya adalah pemerintah diharuskan untuk memberikan sosialisasi kepada berbagai pihak mulai dari penjual, pengelola wisata, hingga pihak lainnya untuk mematuhi protokol kesehatan ketika new normal berlangsung.

Akibatnya, penyebaran virus tidak akan menyebar dan terminimalkan. Di sisi lain, beberapa pihak lainnya seperti tukang parkir atau penjual juga diperlukan lokasi memadai dengan sarana prasarana yang mendukung protokol kesehatan. Seperti diantaranya adalah diharuskan untuk menggunakan masker, menyediakan tempat cuci tangan, hingga menjaga jarak. 

Hal penting lainnya adalah melalui komunikasi secara tidak langsung. Pihak pengelola destinasi setempat juga diharuskan untuk memberikan informasi secara tidak langsung untuk pengunjung sendiri. Misalnya adalah memberikan poster untuk senantiasa menggunakan masker, mematuhi protokol kesehatan, dan lainnya di beberapa sudut tempat wisata.

Nusa Tenggara Timur menjadi salah satu daerah di Indonesia yang kaya akan destinasi alam terbaik dan terkenal hingga di mancanegara. Namun begitu, pada saat pandemi ini jumlah pengunjung mengalami penurunan. Sehingga, diperlukan strategi terbaik dan memadai untuk meningkatkan kunjungan wisatawan NTT.

Komentar