Tahapan Penanganan Covid-19 di Destinasi Flores agar Tetap Aman

Tahapan Penanganan Covid-19 di Destinasi Flores agar Tetap Aman
Tahapan penanganan covid-19 sangat penting untuk dilakukan untuk mencegah penyebaran yang lebih luas. Hampir seluruh penjuru dunia sedang menjalani pandemi covid-19 yang memengaruhi seluruh aspek kehidupan. Termasuk dalam sektor pariwisata yang ikut terkena imbasnya, bahkan sempat ditutup beberapa bulan karena penyebaran covid-19 yang terus meningkat.

Penutupan destinasi wisata di Flores tentu mengurangi pendapatan warga setempat yang sebelumnya menggantungkan hidupnya pada kedatangan para wisatawan ke tempat wisata Flores. Jika menunggu pandemi covid-19 selesai, pasti membutuhkan waktu yang lama bagi sektor pariwisata untuk kembali pulih sehingga dikeluarkan kebijakan terbaru diperbolehkan pariwisata buka. 

Namun, ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh pihak pengelola agar dibukanya kembali tempat wisata tidak menjadi sumber penyebaran virus corona. Setiap pengelola harus bertanggung jawab atas pencegahan tersebut sehingga tempat wisata tetap aman untuk dikunjungi oleh wisatawan dan penyebaran covid-19 bisa dicegah dengan baik. 

Destinasi wisata yang sempat ditutup berdampak buruk pada ketenagakerjaan karena banyak pramuwisata yang terpaksa harus beralih pekerjaan. Itulah mengapa pemerintah dan lembaga terkait berupaya untuk kembali memulihkan sektor pariwisata di Flores melalui beberapa tahapan penanganan covid-19 yang tetap harus diperhatikan agar liburan tetap aman nyaman.

Tahapan yang Pertama: Tanggap Darurat

Tahapan pertama ini wajib dilakukan untuk mendukung kesiapan perlengkapan medis dan pencegahan covid-19, pengawalan relaksasi regulasi, mengembangkan SDM yang terdampak dan melakukan program pemberdayaan SDM. Semua ini merupakan edukasi yang harus diberikan pada pihak terkait demi memulihkan kembali sektor pariwisata di Labuan Bajo, Flores. 

Beberapa kegiatan yang dilakukan pada tahapan penanganan covid-19 ini antara lain mengadakan pelatihan pembuatan masker, meningkatkan produksi pangan dan ekraf, melatih pengelolaan destinasi dengan baik dan lain sebagainya. Pendataan juga dilakukan sebagai pendekatan terhadap pelaku usaha dan pramuwisata yang terdampak pandemi covid-19 ini. 

Saat ini, sudah berlangsung kerja sama membangun Media Center Vovid-19 yang dilakukan antara BOPLBF dengan Pemda dan Komunitas lokal Manggarai Barat. Media ini berfungsi sebagai pusat data dan informasi terkait covid-19 agar kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga protokol kesehatan semakin kuat.

Tahap yang Kedua: Pemulihan Ekonomi

Tahapan penanganan covid-19 selanjutnya adalah tahapan pemulihan. Pada tahapan ini, akan dilakukan aktivitas atau kegiatan dan ekonomi yang nantinya memberikan manfaat bagi Industri, Komunitas dan Masyarakat dalam sektor pariwisata. Bukan hanya itu saja, sektor ekonomi juga bisa merasakan manfaat dari pemulihan tempat wisata di Flores. 

Tempat wisata di Flores dan daerah lainnya sempat ditutup beberapa bulan sehingga menyebabkan orang-orang yang menggantungkan pendapatan dari tempat wisata ini harus beralih profesi. Oleh karena itu, kabar pemulihan tempat wisata di Flores sangat dinantikan oleh pihak terkait, khususnya warga setempat yang bekerja di sana.

Kegiatan dilakukan untuk memperkuat SDM dan produk wisata hingga ekraf agar semakin siap mendukung pengembangan destinasi wisata di Flores setelah pandemi berakhir. Bahkan, kondisi selama pandemi juga harus dimanfaatkan untuk mengembangkan pariwisata dengan tetap menjaga protokol kesehatan sehingga sektor ini akan kembali pulih. 

Tahap yang Ketiga: Normalisasi Kembali

Kedua tahapan penanganan covid-19 yang sudah disebutkan di atas bisa dibilang merupakan suatu persiapan yang dilakukan sampai dibukanya kembali destinasi wisata Flores. Pada tahapan ketiga ini, pihak terkait berharap di tahun 2021 sudah terjadi normalisasi sehingga sektor pariwisata kembali bangkit dan para wisatawan kembali berdatangan. 

Pada tahap normalisasi ini, semua pihak terkait juga tetap harus menerapkan protokol kesehatan dengan baik agar setiap wisatawan merasa aman dan nyaman saat berlibur di Flores. Itulah mengapa Media Center Covid-19 Kabupaten Manggarai Barat dibentuk sebagai salah satu penanganan yang harus dilakukan.

Menunggu berakhirnya pandemi covid-19 tentu membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Jika hal ini terus berlangsung dan tidak ada penyesuaian, maka sektor pariwisata bisa semakin terpuruk. Oleh karena itu, dibutuhkan normalisasi untuk hidup berdampingan selama pandemi covid-19 namun tetap aman dan nyaman karena menjaga protokol kesehatan. 

Tidak mudah memang menghadapi masa sulit yang sedang melanda sektor pariwisata. Namun, masih banyak upaya yang bisa dilakukan untuk tetap menjaga sektor pariwisata agar kembali bangkit dan pulih. Dengan partisipasi bersama, tahapan penanganan covid-19 ini bisa membantu bangkitnya kembali pariwisata Flores yang sempat jatuh.

Komentar