Destinasi Labuan Bajo Kembali Pulih di Tengah Covid-19

Destinasi Labuan Bajo Kembali Pulih di Tengah Covid-19
Destinasi Labuan Bajo menjadi salah satu destinasi di Pulau Flores yang terdampak dengan adanya pandemi covid-19. Pulau Flores memang menyimpan banyak potensi alam sebagai tempat wisata yang indah dan mempesona. Tidak heran jika banyak wisatawan yang datang berkunjung untuk menikmati waktu liburan mereka di Flores.

Sayangnya, kondisi ini tidak bisa kita lihat lagi selama masa pandemi covid-19 karena beberapa bulan semua tempat wisata harus ditutup, termasuk wisata di Labuan Bajo. Namun, kebijakan baru yang ditetapkan sudah memperbolehkan tempat wisata di buka sehingga sudah ada beberapa wisatawan yang datang berkunjung. 

Meskipun pandemi covid-19 belum juga berakhir, tapi beberapa destinasi wisata sudah mulai bebenah diri untuk kembali pulih. Dalam upayanya ini, Badan Otoritas Pariwisata Labuan Bajo Flores (BOPLF) mengambil beberapa langkah strategis untuk memulihkan kembali sektor pariwisata di tengah pandemi covid-19 yang masih berlangsung. 

Memperkuat SDM Warga Sekitar Destinasi

Upaya pertama yang dilakukan BOPLF untuk mengembalikan destinasi Labuan Bajo adalah melakukan berbagai kegiatan pelatihan di berbagai bidang untuk warga setempat, seperti pelatihan properti sanggar tari, berkebun hidroponik dan lain sebagainya. Tujuan dari pelatihan ini adalah untuk memperkuat kapasitas masyarakat dan keterampilan masyarakat lokal. 

Pemerintah dan lembaga terkait juga mendukung kegiatan pelatihan ini, khususnya pelatihan yang berkaitan dengan pariwisata, seperti usaha kuliner, pemandu wisata, kewirausahaan, pengrajin lokal hingga sektor perikanan dan pertanian. Pelatihan ini berguna untuk memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan bagi masyarakat guna menciptakan strategi pengembangan pariwisata. 

Memperkuat dan mengembangkan Konten Lokal

Upaya kedua yang dilakukan untuk mengembangkan destinasi Labuan Bajo adalah dengan memperkuat konten lokal sebagai modal. Upaya ini fokus pada pengembangan produk wisata dengan memaksimalkan konten lokal yang autentik dan unsur budaya sebagai kekuatan untuk menarik minat para wisatawan, baik lokal maupun mancanegara. 

Misalnya saja kerja sama pengolahan komoditas lokal unggul, yaitu kopi yang dilakukan Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis atau MPIG. Kerja sama ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas produksi, pemasaran dan distribusi kopi khas Flores. Dengan begitu, sektor agrowisata dan ekonomi kreatif akan semakin berkualitas. 

Mendukung Dalam Pengembangan Desa Wisata

Pulau Flores memiliki beberapa desa dengan keunikan dan keindahan alamnya masing-masing sehingga sangat cocok untuk dikembangkan menjadi desa wisata. Pengembangan desa wisata bisa dilakukan pada Liang Dara, Batu Cermin, dan desa lain yang memiliki potensi wisata serupa, baik alamnya maupun budaya yang dimiliki desa tersebut. 

Beberapa bulan terakhir, bukan hanya destinasi Labuan Bajo yang dikenal oleh masyarakat luas, tapi ada sejumlah desa wisata yang sudah dikenal. Misalnya saja Cunca Perlamping, Cunca Lolos, Cunca Jami, Cunca Wohe dan Gua Liang Panas. Kamu bisa menemukan sejumlah titik wisata yang menarik untuk dikunjungi. 

Melakukan Kegiatan BISA untuk Menciptakan Destinasi Wisata yang Nyaman

BISA merupakan singkatan dari Bersih, Indah, Sehat dan Aman (BISA) yang merupakan kegiatan wajib untuk menciptakan destinasi wisata yang nyaman bagi para pengunjung. Kegiatan ini sudah diterapkan di berbagai destinasi wisata Flores, seperti Pantai Watu, Pulau Komodo, Wae Rebo, Kampung Air Labuan Bajo, dan lainnya. 

Gerakan ini berguna untuk memberikan edukasi bagi warga sekitar betapa pentingnya menerapkan protokol kesehatan di tengah pandemi covid-19. Jadi, meskipun sejumlah tempat wisata sudah kembali dibuka dan berupaya untuk pulih, protokol kesehatan tetap tidak boleh dilupakan selama berkunjung ke destinasi Labuan Bajo atau lainnya.

Melakukan Promosi Pariwisata dengan Berbagai Media

Upaya terakhir yang harus dilakukan untuk mengembalikan kejayaan destinasi wisata di Flores ini, pengelola harus melakukan promosi wisata yang bisa dilakukan melalui media online, televisi atau media cetak. Kegiatan famtrip (familiarization trip) dilakukan untuk para pelaku media agar melihat langsung konsep dan pengembangan pariwisata. 

Keberadaan pelaku media yang bekerja sama mempromosikan pariwisata Labuan Bajo ini diharapkan bisa meningkatkan branding pariwisata. Promosi melalui media yang sedang populer dirasa sangat perlu dan penting untuk menarik minat wisatawan agar kembali berkunjung ke sejumlah destinasi yang sempat ditutup selama pandemi covid-19. 

Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah, lembaga terkait dan warga setempat untuk mengembalikan minat wisatawan agar berkunjung ke Labuan Bajo. Beberapa upaya yang sudah dijelaskan di atas dapat berhasil jika ada kerja sama dari pihak terkait sehingga destinasi Labuan Bajo kembali pulih di tengah pandemi covid-19.

Komentar