Keindahan Danau Asmara dan Legendanya di Ujung Pulau Bunga

Keindahan Danau Asmara dan Legendanya di Ujung Pulau Bunga
Nusa Tenggara Timur atau NTT adalah salah satu provinsi dengan sejuta destinasi wisata, salah satunya adalah keindahan Danau Asmara. Selain wisata budaya, daerah-daerah sekitar juga kaya akan destinasi alamnya. Apalagi disini masih banyak lokasi yang belum terjamah oleh tangah manusia sehingga masih alami.

Salah satu danau yang menjadi tujuan wisata adalah Danau Asmara yang terletak di Flores Timur. Ciri khas yang paling terkenal di daerah ini adalah setiap objek wisata memiliki legenda masing-masing. Adanya legenda tersebut sebenarnya adalah untuk mengingatkan manusia terhadap pentingnya menjaga kelestarian alam.

Secara umum, wisata ini memang menjadi kiblat destinasi wisata baru di NTT, terutama Flores. Setelah terkenal dengan Pulau Komodo hingga Danau Kelimutu, Asmara juga muncul sebagai tujuan baru. Lokasinya yang masih sangat alami menjadikannya sebagai salah satu tempat paling menakjubkan yang ada di Flores.

Lokasi yang Terletak di Antara desa Waibao dan Riangkeroko

Keindahan Danau Asmara bisa dinikmati oleh siapa saja, termasuk kamu tentunya. Lokasinya berada di antara 2 desa, yaitu Waibao dan Riangkeroko. Kedua desa ini berada di wilayah administratif kecamatan Tanjung Bunga, Flores Timur. Sedangkan jaraknya dari Larantuka, ibukota Flores Timur hanya 45 km saja.

Tang menjadi daya tarik utama dari tempat ini adalah lokasinya yang berada ditengah hutan. Disetiap sisinya dipenuhi dengan pepohonan lebat yang membuatnya semakin menakjubkan. Permukaan air juga sangat tenang dengan kedalaman mencapai 12 meter. Sedangkan untuk luasnya hanya berdiameter sekitar 1 km saja.

Sejarah Terciptanya Danau Asmara

Keindahan danau asmara muncul setelah adanya letusan Gunung Sodoberawao pada 400-500 SM yang mengakibatkan kawah. Kemudian setelah beberapa waktu kawah tersebut terisi oleh air hujan yang turun. Pada akhirnya cekungan ini menjadi sebuah danau luas dan oleh masyarakat sekitar dikenal dengan nama Danau Air Luas.

Masyarakat lokal menyebutnya dengan nama Danau Waibelen atau air besar. Yang unik lagi adalah meskipun berada ditengah hutan, tempat ini menjadi rumah bagi sebagian buaya. Namun dalam beberapa tahun, masyarakat sekitar mulai memburu buaya-buaya tersebut karena dianggap membahayakan warga sekitar serta para pengunjung.

Legenda Masyarakat Mengenai Nama Danau Asmara

Sebelum berubah nama menjadi Danau Asmara, sebelumnya tempat ini diberi nama Waibelen atau air luas. Namun sejak ada sebuah legenda yang terjadi pada tahun 1970an, barulah masyarakat menggantinya. Legenda ini disebut-sebut sebagai kisah Romeo dan juliet dari tanah Flores Timur.

Ada legenda yang mengatakan bahwa dulu ada dua orang saling jatuh cinta. Keduanya berasal dari satu desa, yaitu Kampung Tengadei yang berasal dari Desa Waibao. Seperti yang sudah diketahui bahwa lokasinya terletak di Desa Waibao. Kedua sejoli tersebut bernama Lio Kelen dan Nela Kelen.

Namun, perasaan cinta yang timbul antara dua sejoli tersebut dianggap cacat secara moral. Pasalnya keduanya masih memiliki ikatan keluarga sehingga tidak seharusnya menjalin kasih. Kedua orang tuanya juga tidak merestui hubungan anaknya karena masih memiliki hubungan keluarga, bahkan cukup dekat.

Namun, tidak adanya restu keluarga bukan menghalangi antara kedua sejoli. Karena dari keluarga dan masyarakat sekitar tidak merestui hubungan tersebut, akhirnya mereka membuat keputusan sulit dengan menceburkan diri ke dalam danau. Legenda ini kemudian membuat keindahan Danau Asmara menjadi lebih terasa, terutama ketika melewati jalan setapak.

Menjadi Sumber Utama Masyarakat

Seperti yang sudah diketahui, tempat ini terletak di antara dua desa. Namun pada kenyataannya air dari danau menjadi sumber mata air utama bagi beberapa desa. Karena itu masyarakat lokal menjaga keberadaan danau supaya tidak rusak. Terutama menjaga kelestarian lingkungan supaya lokasi tetap bersih.

Keelokan Danau Asmara juga ditandai dengan warna air jernih sehingga cocok untuk mencari ketenangan. Kamu bisa melewati jalan setapak disekitar untuk menuju lokasi tujuan. Apalagi kamu hanya perlu berjalan sekitar 15 menit dari jalan utama. Sesampainya di lokasi tujuan kamu bisa merasakan suasana menakjubkan.

Flores Timur memang terkenal dengan berbagai legenda masyarakat. Apalagi adat dan budaya masyarakat lokal masih sangat kental. Adanya legenda tersebut secara tidak langsung membuat nilai tersendiri. Sebagai contoh, keindahan Danau Asmara yang berpadu dengan adanya legenda pasangan Lio Kelen dan Kelen.

Comments