Kondisi dan Situasi Sosial NTT yang Perlu Diketahui

Kondisi dan Situasi Sosial NTT yang Perlu Diketahui
Setelah reformasi, banyak perubahan terhadap kondisi dan situasi sosial NTT sebagai dampak jangka panjang. Berakhirnya masa kepemimpinan Presiden Soeharto juga mengakhiri beberapa kebijakan penting di daerah. Karena itu ada perubahan tertentu dalam daerah-daerah karena sudah memasuki masa reformasi yang diimpikan, misalnya dari segi sosial.

Dalam pengembangan sebuah wilayah, tentu ada beberapa aspek yang perlu diperhatikan. Terutama untuk ukuran provinsi yang cukup jauh dari pusat pemerintahan seperti NTT tersebut. Secara geografis NTT berada di daerah kepulauan yang pada jaman purba terpisah dengan daratan utama Sahul dan Wilis.

Namun dari semua kondisi tersebut, ada beberapa hal menarik yang ada di Nusa Tenggara Timur atau NTT. Jika diperhatikan, ketika berkunjung ke sana pasti kamu tidak akan menjumpai pengemis, pengamen, hingga preman. Hal ini juga yang membuat NTT menjadi salah satu destinasi wisata favorit.

Tidak Dijumpai Pengemis di Nusa Tenggara Timur

Salah satu yang menarik dari kondisi dan situasi sosial NTT adalah tidak adanya pengemis. Berbeda dengan banyak kota di Jawa atau sekitarnya, Nusa Tenggara Timur malah tidak ada satupun pengemis. Ini menjadi daya tarik tersendiri ketika hendak berlibur ke salah satu pulau disana.

Tidak dijumpai pengemis menjadikan setiap sudut NTT menjadi lebih menyenangkan. Berwisata tanpa terganggu oleh keberadaan pengemis. Terkadang mereka kerap mengganggu para pengunjung di sebuah tempat. Namun berbeda jika kamu berwisata kesini karena sudah pasti akan terbebas dari masalah tersebut tentunya.

Salah satu alasan mengapa di Nusa tenggara Timur tidak dijumpai pengemis adalah karena setiap orang memiliki pekerjaan sendiri. Meskipun secara umum tingkat ekonomi disinis berada dibawah Jawa, namun setiap orang memiliki pekerjaan. Meskipun hanya sebagai petani namun mereka tidak akan menjadi seorang pengemis.

Tidak Adanya Preman di Nusa Tenggara Timur

Hal menarik lain ketika kamu berkunjung ke NTT adalah tidak ada preman. Meskipun banyak orang yang menganggap orang timur keras dan kasar, namun itu hanya stereotip belaka. Anggapan tersebut nyatanya salah besar karena masyarakat disini sangat ramah kepada siapa saja.

Kondisi dan situasi sosial NTT tanpa preman ini bisa dilihat dari sambutan dan kehangatan masyarakat lokal. Setiap ada pengunjung dari luar daerah, biasanya ada sambutan berupa tarian adat. Selain itu ada beberapa upacara adat untuk menunjukkan keramahan penduduk lokal kepada orang asing sekalipun.

Inilah mengapa di NTT tidak akan ada preman seperti di daerah lain. Masyarakat lokal menganggap bahwa kekerasan adalah salah satu hal yang melanggar adat. Apalagi penduduk lokal sangat erat dengan budaya leluhur. Budaya yang menunjukkan sikap ramah dan hangat kepada siapa saja.

Dengan tidak adanya preman di sekitar NTT, maka perjalanan wisata bisa lebih aman. Biasanya ketika berkunjung ke suatu daerah wisata yang banyak preman, maka perjalanan lebih banyak waspada. Namun disini sangat aman dan bahkan ketika kamu solo traveling juga tidak akan masalah.

Tidak Ada Pemulung dan Pengamen di Nusa Tenggara Timur

Kondisi dan situasi sosial NTT satu ini juga sangat menarik. Disini kamu pasti tidak akan menjumpai adanya pemulung atau pengamen. Biasanya ada pemulung jika daerah tersebut memiliki apa yang bisa mereka cari, yaitu barang bekas. Namun berbeda dengan di NTT yang tidak ada semacam itu.

Kebiasaan penduduk lokal adalah menggunakan bahan dari alam seperti daun dan sejenisnya. Mereka menggunakan ini supaya bisa digunakan sekali pakai. Dengan cara seperti ini maka tidak ada yang namanya tumpukan sampah. Artinya disini tidak ada pemulung yang mencari barang bekas di sudut kota.
Selain itu, NTT juga terbebas dari pengamen yang mungkin kadang meresahkan. Penduduk sekitar lebih suka menyanyikan syair untuk tujuan tertentu. Salah satu contohnya adalah ketika upacara penyambutan tamu. Disini kamu akan merasakan sensasi berbeda ketika berkunjung ke banyak tempat di Nusa Tenggara Timur.

Meskipun secara umum NTT dianggap sebelah mata jika dilihat dari segi tingkat sosial, namun ternyata tidak demikian. Penduduk lokal adalah masyarakat yang sangat ramah dan menghargai setiap orang. Kondisi dan situasi sosial NTT ini menjadi nilai tambah bagi destinasi wisata lokal di Nusa Tenggara Timur.

Komentar