Roti Kompyang Khas Manggarai Yang Cocok Untuk Oleh-Oleh Dari Flores

Roti Kompyang Khas Manggarai Yang Cocok Untuk Oleh-Oleh Dari Flores
Oleh-Oleh Dari Flores memang wajib untuk dibeli sebagai buah tangan untuk sanak saudara ataupun teman-teman setelah pergi ke daerah tersebut. Tak hanya tersohor karena destinasi wisata alamnya yang cantik dan eksotik.

Pulau Flores di Nusa Tenggara Timur juga memiliki aneka warisan kuliner yang dapat memanjakan lidah para pecinta sajian tradisional dari nusantara. Setiap daerah, pasti memiliki makanan khas yang menjadi ciri dari daerah tersebut.

Begitu juga dengan daerah Flores. Salah satu makanan yang juga menjadi oleh-oleh khas Flores adalah Roti Kompyang. Panganan ringan ini berasal dari daerah Manggarai Raya, Flores. Kudapan ini menjadi buah tangan favorit para pengunjung yang sedang berwisata ke Flores.

Kuliner Kompyang Merupakan Perpaduan Budaya Tionghoa Dan Flores

Roti Kompyang atau dikenal pula dengan sebutan kompiang longa, merupakan roti khas Flores yang berbentuk bulat atau oval dan memiliki warna yang kecoklatan seperti warna roti pada umumnya.

Diatasnya diberi taburan biji wijen seperti pada panganan onde-onde. Kata longa itu sendiri dalam bahasa Manggarai  Flores memiliki arti “Wijen” Itulah kenapa roti ini disebut Kompiang Longa.

Roti ini, pada umumnya merupakan hasil adaptasi dari roti khas Tionghoa. Pada mulanya hanya disajikan pada acara-acara keluarga saja namun pada akhirnya roti ini menjadi semakin terkenal.

Hingga menjadi oleh-oleh khas Flores yang banyak diminati oleh para wisatawan baik dalam negeri maupun para turis mancanegara yang sedang menikmati liburan mereka di pulau Flores.

Roti Kompyang Cocok Sebagai Kudapan Saat Santai

Oleh-oleh khas Flores yang satu ini, bahan utamanya adalah terbuat dari tepung gandum dan juga wijen. Kompyang memang sangat pas dijadikan sebagai kudapan saat sedang bersantai.

Dan bisa menjadi pasangan yang sangat cocok untuk dinikmati bersama dengan secangkir kopi panas pada pagi ataupun sore hari bersama saudara maupun teman-teman.

Kompyang ini banyak dijual di pasar tradisional ataupun di pusat oleh-oleh khas Flores. Terkadang bisa juga ditemui di warung kopi atau kedai di pinggir jalan.

Roti yang memiliki ukuran sebesar bola tenis ini bisa tahan selama tiga hari pada suhu ruangan namun jika diletakkan pada lemari penyejuk bisa bertahan hingga satu minggu.
Roti ini dijual dengan harga yang cukup terjangkau, malah bisa dibilang murah. Di pasar tradisional Anda bisa membeli roti ini seharga seribu rupiah per bijinya.

Cara Pembuatannya Masih Dengan Cara Tradisional

Menurut sejarahnya, kompyang atau kompiang longa ini muncul pertama kali di kota bernama Ruteng sekitar pada tahun 1983. Meskipun diadaptasi dari roti budaya Tionghoa, ternyata  bentuknya berbeda.

 Jika dari asalnya, Tionghoa, terdapat lubang di bagian tengahnya seperti halnya kue donat namun kompyang yang sekarang ini dikenal luas tidak memiliki lubang ditengahnya.

Ini karena merupakan variasi dari para pembuat roti kompyang itu sendiri. Dulu sekali, pembuatan roti kompyang memakan waktu hingga 12 jam karena cara pembuatannya yang masih tradisional.

Roti ini dibuat atau dimasak di atas tungku api dan biasanya dimasak pada malam hari. Roti yang memiliki tekstur keras ini memang sejak dulu telah banyak yang menjualnya namun seiring dengan berkembangnya jaman, roti ini mulai merambah pasar yang lebih luas lagi.

Bahkan saat ini para pembuat kompyang mengatakan jika dalam sebulan mereka bisa merain omset sekitar 15-30 juta rupiah. Biasanya mereka menyetok roti kompyang ke pusat oleh-oleh khas Flores.

Beginilah Cara Membuat Roti Kompyang

Bahan utama pembuat roti kompyang sebetulnya sama saja dengan kebanyakan roti pada umumnya yaitu tepung terigu, gula, susu, ragi dan bahan-bahan lainnya.

Namun yang membedakannya adalah adanya taburan wijen dipermukaan roti kompyang khas flores ini. Tekstur dari roti ini sendiri juga lebih keras dari roti pada umumnya sehingga untuk mengkonsumsinya bisa dengan cara dicelupkan ke dalam kopi ataupun teh.

Cara membuatnya pun tidak terlalu berbeda dengan roti kebanyakan, yaitu dengan mencampur semua bahan menjadi satu hingga kalis. Dalam pembuatan roti kompyang juga menggunakan ragi sebagai bahan pengembang.

Jika biasanya roti dipanggang didalam oven, roti kompyang ini dibakar diatas tungku sehingga menjadikannya bertekstur keras dan kering. Jadi bagi Anda yang sedang berada di Flores jangan lupa membeli roti Kompyang agar tidak penasaran dengan rasanya. Semoga bermanfaat.

Komentar